Burung Asal Lampung Dilepasliarkan di Hutan Mancak

CILEGON,LOCALNEWS.CO.ID- Satu unit mobil truck Colt Diesel merek Mitsubishi warna kuning dengan bernopol BE 8401 BX asal Pelabuhan Bakauheni Lampung, diamankan anggota kepolisian setibanya di Pelabuhan Merak. Kendaraan yang bermuatan berbagai jenis burung ditangani Satreskrim Polres Cilegon bersama anggota KSKP Merak akhirnya langkah penyelundupannya di gagalkan. “Anggota kami dari Polsek KSKP Merak yang sedang melaksanakan kegiatan rutin mengamankan 1 unit truk berisi berbagai jenis burung kurang lebih 2.078 ekor burung,” ungkap Wakpolres Cilegon Kompol Mi’rodin saat menggelar konferensi pers, Kamis (10/06/2021).

Diketahui burung tersebut dibawa dari daerah Lampung dengan tujuan beberapa wilayah di Banten. Barang bukti yang berhasil diamankan adalah jenis burung Ciblek sebanyak 945 ekor, burung jenis Gelatik 320 ekor, burung jenis Jacko 589 ekor, burung Trocok 200 ekor, jenis Pantet dengan jumlah 24 ekor dan burung Poksay dengan jumlah 5 ekor. “Setelah dilakukan pendalaman dan pemeriksaan burung asal Lampung rencananya akan dibawa ke berbagai tempat ke Serang maupun Tangerang,” tambahnya.

Menurutnya burung tersebut rencana akan dilepasliarkan di daerah Hutan Lindung Cagar Alam di Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang.

Ia juga menegaskan perbuatan pelaku telah melanggar tindak pidana bahwa setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan Satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup maupun mati.

Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 Jo Pasal 21 ayat (2) huruf (a) dan (b) Undang-undang Negara Republik Indonesia No.5 tahun 1990 tentang konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. “Selanjutnya kami lakukan koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), melakukan koordinasi dengan Dinas Karantina Pertanian Kota Cilegon untuk sampel kesehatan satwa burung, mendata kembali satwa burung serta mengamankan barang bukti. Pasal 40 Jo Pasal 21 ayat (2) huruf (a) dan (b) Undang undang RI No.05 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya,” tandasnya. (ihsan-LN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *