Enam Tahun dengan Harapan Palsu, Nelayan Salira-Pulo Ampel Tagih Janji PT. LBE

PULO AMPEL, LOCAL1NEWS.ID- Keberadaan PT. Lestari Banten Energi (LBE) sejak enam tahun lalu, di Desa Salira, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, dianggap nelayan setempat belum memenuhi janjinya. Para nelayan yang tergabung dalam Rukun Nelayan Salira (RNS) dan Himpunan Nelalyan Seluruh Indonesia (HNSI), mempertanyakan komitmen PT. LBE untuk memenuhi janji menyediakan pangkalan nelayan.

“Sejak dibangun tahun 2012 lalu, hampir semua pangkalan nelayan tergusur. Padahal kata kepala desa saat itu atau ketika proyek ini mau jalan, para nelayan dijanjikan akan dibuatkan pangkalan, termasuk Tempat Pelelangan Ikan (TPI), maksudnya agar kita tidak protes. Kenyataannya hingga jabatan kepala desa selesai, janji-janji itu sampai sekarang tidak ada yang dipenuhi,” beber Ketua RNS Salimudin kepada wartawan, Sabtu (4/8/2018).

Saat itu dalam proses pembangunannya, PT. LBE telah melakukan reklamasi pesisir pantai Desa Salira, tempat ratusan nelayan biasa beraktivitas. Dampak reklamasi ini, kini pangkalan para nelayan menjadi terpencar di sejumlah titik. Mirisnya lanjut Salimudin, dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang sedianya diperuntukkan nelayan terdampak reklamasi, juga tak kunjung diberikan. “Kami hanya menuntut satu permintaan, CSR dari LBE  yaitu sarana pangkalan standar untuk perahu nelayan disediakan. Karena lahan sudah ada dari pemerintah,” tegasnya.

Selain persoalan tidak disediakannya pangkalan nelayan, masalah kedua yang timbul adalah aktivitas nelayan yang dibatasi oleh petugas keamanan PT. LBE. “Banyak nelayan mengadu sering diusir di kawasan LBE saat menjaring dan memancing. Laut kan punya negara, enak saja main larang-larang apalagi mereka juga tidak memberi zona batas sehingga kita bingung, kasihan nelayan,” bebernya.

PT. LBE hanya menyediakan fasum dan fasos berupa jalan untuk masyarakat Salira, yang justru pemanfaatannya lebih banyak digunakan perusahaan tertentu.”Kompensasi itu tidak secara khusus untuk nelayan Salira yang terdiri dari 8 kelompok usaha bersama (KUB). Fasos fasum jalan yang dibangun PT. LBE malah banyak manfaatin perusahaan tertenty,” ungkapnya.

Klimaksnya kata dia, jika PT. LBE dalam waktu dekat tidak memenuhi tuntutan nelayan, pihaknya sudah mengagendakan aksi.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan pihak PT. LBE belum bisa dikonfirmasi terkait tuntutan nelayan Desa Salira.(hasidi-L1N)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *