Gappura Desak Rombak Direksi PT.PCM dan Evaluasi DPU

CILEGON,LOCAL1NEWS.ID- Ketua LSM Gappura Banten Husen Saidan, mendesak Wali Kota Cilegon Edi Ariyadi, segera melakukan perombakan di tubuh manajemen atau jajaran direksi PT. Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM). Perombakan dinilai penting, sehingga perusahaan daerah tersebut diisi tenaga-tenaga profesional yang paham tentang kepelabuhanan dan kemaritiman. “PT. PCM ini BUMD yang harus dikelola oleh orang – rang yang punya ilmu, seperti ahli maritim, orang yang bersih, bukan berarti yang sekarang tidak bersih, tetapi dalam hal ini orang – orang yang bersih dalam kontek politik, tidak punya kepentingan politik,” tegas Husen Saidan, seperti dipaparkan kepada Local1News.id, Sabtu (23/2/2019).

Lanjut Husen, idealnya wali kota bisa memilih direksi PT. PCM tenaga profesional yang masih muda dan energik. “Jangan sampai ada bahasa rongsokan sudah dibuang jadi bahan museum tetapi masih dipakai, digenjot. Kita tidak mengatakan itu bahan rongsokan, tetapi itu lebih bagus kita berkaca dari PT. Pelindo, kenapa Pelindo itu tetap maju, karena memang merekrut orang – orang yang berkompeten,muda, energik, dan profesional. Ini harus menjadi perhatian pemerintah,” Husen serius.

Kata dia, kritikan yang dilakukannya adalah untuk kemajuan dan pembangunan daerah.”Siapa pun nanti yang memimpin PT. PCM, syukur – syukur ada orang Cilegon yang mampu, bukan karena kedekatan, karena nanti ada indikasi – indikasi yang kurang baik. Jadi selama ini potensi sudah baik, tetapi belum dilakukan hal – hal yang menyangkut sumber daya daerah. Ini adalah perusahaan daerah yang notabenenya milik masyarakat, bukan puluhan ribu, tetapi ratusan ribu masyarakat Cilegon itu menantikan. Jangan sampai menjadi tontonan negatif yang justru efeknya pemerintah atau wali kota sendiri yang kurang baik di mata masyarakat,” bebernya.

Pada bagian lain, Husen juga meminta wali kota untuk mengevaluasi beberapa organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Pekerjaan Umum (DPU). “Tempatkan orang sesuai keilmuannya, misal Sarjana Pertanian tempatkan di Dinas Pertanian. Sudah cukup, jangan ada permainan – permainan lagi,” Husen kesal. “Jika Edi Ariyadi tidak bisa mengevaluasi, itu sama aja tidak ada pembaharuan yang dilakukan kepemimpinan baru ini,” sambungnya. (hasidi-L1N)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *