Gipang “Ika-ke” Asal Cilentrang Purwakarta Tembus Istana Negara

CILEGON,LOCALNEWS.CO.ID- Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Gipang “Ika-ke” berhasil menjuarai lomba Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK Pokja II Kota Cilegon dan kini siap bertandang ke tingkat Provinsi Banten. Produk yang disajikan atau yang dilombakan adalah gipang singkong, abon lele, dan kripik lele.

Setiap jenis produk kata Djumiati, owner Ika-ke, ditawarkan dalam kemasan plastik toples berbagai ukuran yakni besar, kecil, dan kemasan plastik wafer.  Dengan mempekerjakan 4 karyawan warga sekitar, per hari Djumiati mampu memproduksi 150 buah toples gipang, dan jumlah ini akan meningkat jika ada pesanan lebih atau khusus.

Harga yang ditawarkan pada masing – masing kemasan produk tersebut kisaran Rp 20.000,- hingga Rp 25.000,-. Misalnya, untuk gipang singkong dan abon lele dibandrol Rp 25.000,-  dan Kripik Lele Rp 15.000,-. Tanpa bahan pengawet,  jenis gipang bisa bertahan hingga delapan bulan, dan tiga bulan untuk abon ripik.

Produksi Djumiati yang dipasarkan secara online dan sistem reseller kini sudah menjangkau pasar ke luar daerah seperti Banjarmasin Kalimantan Selatan, Palembang, Makassar, dan kota besar lain di Indonesia. “Kami mendapatkan binaan dari Kementerian Perindustrian RI, dan Alhamdulillah beberapa bulan lalu, produk Ika-ke ini masuk dalam kategori 1.000 produk “Bangga Buatan Indonesia”,” kata Mudjiati kepada LocalNews, di rumah produksinya, di Lingkungan Celentrang RT 02/ RW 01 Nomor 126, Kelurahan Purwakarta, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Rabu (14/4/2021).

Siapa sangka, gipang wafer buatan Djumiati, ternyata sudah memenuhi pesanan dari istana negara. “Sekira sebulan lalu Kementrian Koperasi meninjau, dan mengakui rasa produksi kami sangat eksklusif. Tetapi sempat mengkritisi soal kemasan, dan itu sudah kami perbaiki menjadi lebih bagus,” terangnya. Diakui Djumiati, sejak masa pandemi Covid-19 atau Maret 2019 lalu, mengalami penurunan produksi hingga 80 persen.

Terpisah, Lurah Purwakarta Deni Sumantri, mengapresiasi usaha UMKM Ika-ke yang diharapkan terus membawa nama harum wilayanya. (hasidi-LN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *