Grand Opening Pasar Budaya Cilegon di Bonakarta, Kurangi Pengangguran dan Penggerak Ekonomi Rakyat

CILEGON,LOCALNEWS.id- Pasar Budaya Kota Cilegon DPD Bandrong Kota Cilegon, resmi dibuka Walikota Cilegon Edi Ariadi bersama Ketua DPP Bandrong Banten Indonesia Syafrudin, dalam Grand Opening yang ditandai pemukulan gong, di kawasan Bonakarta Cilegon, Ahad (15/12/201).

Hadir Perwakilan Disperindag Kota Cilegon, Lurah Masigit Rohimim, Pengurus DPP Bandrong Indonesia, Pengurus DPW Bandrong Indonesia, Ketua IPSI Provinsi Banten, Pengurus Asosiasi Debus Banten Indonesia, Pengurus FP2STI Banten, PPS Terumbu Banten, PPS. Terumbu Kota Cilegon, PS. TTKDH Banten, PS. Haji Salam, PS. Beksi Merah Delima Indonesia, Pengurus BPPKB Jombang, Lapbas, Lembaga KPK, Seluruh Jajaran pengurus dan Satgas Sabaja DPD Bandrong Kota Cilegon, DPC dan Padepokan Bandrong se-Kota Cilegon, dan seluruh pedagang Pasar Budaya.

Ketua DPD Bandrong Kota Cilegon, Mustasim Madyaksa, mengatakan, Pasar Budaya merupakan program unggulan DPD Bandrong Kota Cilegon setelah sebelumnya pada tahun 2018, pihaknya berhasil membina dan melatih 60 tenaga security dari anggotanya.

Lanjut Kang Mus sapaan akrab Mustasim, Pasar Budaya sebagai bentuk sinergisitas antara bandrong, pemerintah dan masyarakat yang bertujuan untuk menyejejahterakan masyarakat dalam bidang ekonomi perdagangan. Bandrong juga terus bersinergi dengan TNI/Polri untuk bersama menjaga keamanan dan kondusivitas agar investor merasa aman dan nyaman. “Meskipun kami organisasi budaya namun kami ingin menjadi pilot project organisasi yang lain bahwa program unggulan kami ini bisa dirasakan banyak masyarakat,” ungkapnya.

Pasar Budaya digelar pada setiap hari Ahad, mulai pukul pukul 06.00 sampai 12.00 WIB di Jalan Bonakarta, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang. Untuk pendaftar pada gelombang pertama terdaftar 300 stand dari 500 pendaftar, dan segera disusul gelombang kedua. Pasar Budaya juga sebagai salah satu solusi mengurangi angka pengangguran.

Ketua DPP Bandrong Banten Syafrudin mengatakan, cikal bakal bandrong terlahir bermula dari terjadinya Geger Cilegon yang dipimpin KH. Wasyid pada tahun 1888 hingga sekarang bandrong terus berkembang. Bahkan pada pelajaran muatan lokal (Mulok) di sekolah dasar (SD) bandrong ini mulai diajarkan dalam rangka terus mewariskan pada anak cucu untuk membentengi diri dari hal yang negatif di dalam tradisi bandrong pertama harus membaca syahadat sebagai bukti bahwa bandrong mengajarkan ilmu ilmu beragama Islam.

Sementara, Walikota Cilegon Edi Aryadi mengapresiasi kegiatan Pasar Budaya. “Mudah- mudahan menjadi salah satu penggerak ekonomi di Cilegon melalui Dinas Perdagangan,” harapnya. (hasidi-LN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *