HIPPI Banten Fasilitasi Sertifikasi Pelaku Usaha Wisata dan UMKM

CILEGON,LOCALNEWS.CO.ID- Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Provinsi Banten menggelar uji kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) tahap I untuk pelaku usaha di sektor wisata dan UMKM sebagai tindak lanjut MoU HIPPI Banten dan LSP Cakra, di kantor HIPPI Banten, Cilegon, Senin (6/10/2020). Kegiatan diikuti 20 peserta perwakilan dari masing – masing HIPPI kabupaten/kota se-Banten. Hadir Ketua HIPPI Banten Syaiful Bahri, Dirut LSP Cakra Irfan M.

Ketua panitia uji kompetensi, Indahwati, mengatakan, untuk menjaga protokol kesehatan kegiatan ini dibagi dua sesi yakni pagi dan sore, dengan penyebaran ruang peserta test. Yakni kelas MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), kelas marketing communication, event organizer, tour leader & tour guide.

Indahwati berharap HIPPI Banten terus berkembang dan dari uji kompetensi ini dapat menciptakan pengusaha profesional di bidangnya.

Salah satu peserta yang bekerja di bidang pariwisata, Arif Kirdiat, mengatakan, keikutsertaan dalam kegiatan uji kompetensi sebagai salah satu langkah untuk memenuhi persyaratan perundang – undangan yakni keharusan sertifikasi untuk keahlian yang digeluti. “Pekerjaan kita harus punya sertifikat kalau tidak punya sertifikat kita tidak bisa ngapa- ngapain nantinya,” terang Arif.

Ia berharap semakin banyak pelaku MICE yang ikut sertifikasi. “Kalau mengikuti perkembangan pasar bebas kan kita harus ada, jangan sampai kalah dengan orang China,” ujarnya.

Sementara, Ketua HIPPI Banten Syaiful Bahri mengungkapkan, kendati dalam suasana pandemi pihaknya terus bergerak melakukan pembinaan UMKM atau pekerja yang memerlukan sertifikasi uji kompetensi, untuk membekali pelaku pariwisata agar lebih kompeten. “Perlu terobosan baru minimal bisa survive untuk menjalankan usahanya,” terangnya.

Dalam kegiatan tersebut HIPPI memfasilitasi atau memberikan subsidi bagi peserta dengan membayar hanya Rp. 500.000,- dari biasanya untuk kegiatan serupa setiap peserta dikenakan biaya Rp. 2.000.000,- . “Itu hanya biaya sertifikat yang lainnya free,”jelas Syaiful.

Setiap peserta akan dibekali keahlian untuk menghadapi tantangan di tahun 2021 sehingga lebih maju dalam menjalankan bisnisnya baik hotel, travel, dan lainnya.

Selanjutknya kata dia, tidak tertutup kemungkinan sertifikasi juga akan dilakukan pada bidang lain, seperti bekerja sama dengan Aptrindo untuk sertifikasi driver, safety, dan lainnya. “Semoga pilot project ini dapat membantu masyarakat yang tujuannya menambah performa mereka sehingga mempunyai nilai jual lebih tinggi,” tegas Syaiful.(hasidi-LN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *