Karir Politik Muhibuddin di Kota Cilegon, Dua Kali Gagal Nyaleg Tetap Semangat

KETUA Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sohib, Muhibudin, memiliki perjalanan karir politik yang cukup panjang. Dimulai pada tahun 1996. Diceritakan Muhibudin, Kepada LocalNews.co.id, di kediamannya, Senin (22/6/2020), sebelumnya dia aktif bergabung pada lembaga swadaya masyarakat Solidaritas Masyarakat Cilegon (Somaci) dan Jaringan Masyarakat Cilegon (Jargon).

Pada tahun 2009 Muhibudin mendapat tawaran dari partai besutan kiai sejuta umat KH. Zainudin MZ, dan ditunjuk sebagai Katua DPC Partai Bintang Reformasi (PBR) Kota Cilegon.

Di tahun yang sama, Muhibudin mencalonkan diri pada bursa Pemilihan Legislatif (Pileg) Dapil IV Ciwandan – Citangkil, Kota Cilegon. Namun nasib baik belum berpihak kepadanya, menyusul adanya insiden kecelakaan yang dialami kadernya saat memasang bendera dan baliho pencalonan almarhum H. Sam Rahmat pada Pilkada Kota Cilegon di tahun tersebut.

Pada bagian lain, Muhibudin menceritakan ketegangan antara kontestasi politik dan kekuasaan ekonomi yang tidak bisa terlepas dari kepentingan pihak-pihak berkepentingan saat itu. “Dua kekuasan itu sangat dominan sekali sehingga hal itu jadi perebutan, dalam kontestasi Ketua Kantor Dagang dan Industri (Kadin) yang dipimpin (Almarhum) Sam Rahmat. Sam Rahmat mempromosikan sosok Ali Mujahidin sebagai calon Ketua Kadin, pada saat itu Ali Mujahidin belum sepopuler sekarang,” kata Muhibudin, seraya juga mengakui dirinya sangat menentang pencalonan Ali Mujahidin, karena dinilainya sebagai pendatang baru. “Padahal masih ada beberapa tokoh senior seperti Rosyid Khaerudin dan Hikmatullah, dua figur itu merupakan wajah lama dan merupakan garda terdepan Kadin, dan akhirnya saya walk out dari ruang rapat,” sambung pria yang dikenal sebagai pengusaha ini.

Politik itu dinamis dan karir harus terus berlanjut, PBR ditinggalkannya hingga akhirnya Muhibudin memilih Partai Demokrat untuk mengikuti kontestasi Pileg DPRD Provinsi Banten tahun 2019. Walaupun mendapat perolehan suara cukup bagus atau ranking dua dari pesaingnya, belum mampu mendudukannya di kursi legislatif Provinsi Banten.

Menyinggung agenda politik Pilkada Kota Cilegon tahun 2020, di mata Muhibudin, beberapa pasangan calon yang sudah belum ada sosok ideal yang dia harapkan. “Tetapi saya yakin, semuanya sosok putra -putri terbaik Cilegon yang muaranya adalah kesejahteraan masyarakat,” Muhibudin optimistis.

Diakuinya, ada beberapa kandidat walikota yang memintanya untuk menjadi wakil walikota. “Saya harus mengukur diri, berpikir ulang, berpikir panjang untuk pentas di Pilkada tahun ini, mungkin belum mampu secara keilmuan, secara finansial, dan sebagainya. Tetapi dengan tawaran tersebut jujur saya merasa tersanjung,”beber Muhib. (hasidi-LN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *