Kota Cilegon Masuk Zona Kuning, Warga Panggungrawi Dipastikan Positif Covid-19

 CILEGON,LOCALNEWS.CO.ID- Juru bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia, memastikan kebenaran adanya salah satu warga Kota Cilegon yang terkonfirmasi positif Covid-19. “Betul terdapat pasien ODP atau orang dalam pantauan yang terkonfirmasi positif Covid-19, yang bersangkutan adalah warga Kota Cilegon berusia 31 tahun, berjenis kelamin perempuan, berdomisili di Kelurahan Panggungrawi, Kecamatan Jombang, yang bersangkutan kontrak rumah di Tangerang bersama suaminya yang bekerja di sana (Tangerang-red),” ungkap Ahmad Azis Setia didampingi Kepala Dinkes Cilegon Arriadna, dan Kepala BPBD Erwin Harahap, dalam konferensi pers, di Aula Setda II Pemkot Cilegon, Rabu (29/4/2020).

Aziz menjelaskan, bahwa pasien dimaksud memiliki riwayat autoimun sehingga menyebabkan mudahnya terkena penyakit. “Yang bersangkutan memiliki penyakit autoimun, yang menyebabkan mudahnya pasien tersebut terkena penyakit, dan pasien tersebut selalu mengontrol penyakitnya di Pondok Indah sebelumnya sehingga diputuskan untuk pulang ke Cilegon dan berobat ke klinik tapi tidak sembuh, kemudian dilakukan rapid test hasilnya non reaktif, sehingga pasien tersebut berstatus ODP, dan setelah dilakukan pengambilan SWAB di Laboratorium Kimia Farma di Jakarta dan pada tanggal 28 April keluarlah hasil PCR dan dinyatakan Positif Covid-19,” jelasnya.

Lebih lanjut, Aziz menjelaskan bahwa nantinya track dilakukan untuk menyisir ke mana saja pasien tersebut pergi. “Track akan dilakukan untuk mengetahui ke mana saja dia pergi, dan kontak dengan siapa saja, dan perawat di RSKM juga diminta untuk melakukan isolasi mandiri yang pernah kontak dengan pasien, juga akan dilakukan penyemprotan cairan desinfektan di sekitar rumah pasien,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, dr. Arriadna meminta kepada masyarakat untuk mematuhi apa yang sudah diperintahkan oleh pemerintah agar Covid-19 ini tidak menyebar luas di Kota Cilegon. “Mudah-mudahan dengan adanya kasus positif ini, masyarakat Cilegon lebih peduli, lebih berhati-hati, lebih waspada terhadap penularan Covid-19 tersebut,” tuturnya.

Arriadna juga meminta kerja samanya kepada masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Ini harus menjadi langkah awal untuk masyarakat lebih disiplin didalam kewaspadaan penularan Covid-19 dan bisa membantu pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19, untuk saat ini Kota Cilegon menurut peraturan karena sudah satu yang positif sudah berada di Zona Kuning, untuk itu masyarakat diminta kerjasamanya agar Kota kita ini tidka berada pada zona merah,” imbaunya.

Arriadna mengajak kepada media untuk mengedukasi masyarakat terkait Covid-19. “Media harus bisa menjelaskan kepada masyarakat terkait Covid-19 ini, sehingga masyarakat tidak resah dan tetap menjaga dirinya agar tidak terkena Covid-19,” tegasnya. (*/Adv-hasidi-LN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *