Potensi Masih Terbuka Lebar, Warga Bojonegara Mulai Lirik Budidaya Porang

BOJONEGARA,LOCALNEWS.CO.ID- Masyarakat dua desa, yakni Mekarjaya dan Pakuncen, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten, mulai melirik potensi dengan membudidayakan tanaman porang untuk meningkatkan pendapatan ekonomi mereka. Porang adalah salah satu tanaman liar jenis umbi-umbian yang biasa tumbuh di pekarangan rumah dan tumbuh di hutan, dan tanaman ini masih belum banyak dikenali oleh masyarakat luas.

Salah satu warga yang kini fokus bertani porang adalah Ahmad Mamat Derajat. Kata Mamat, budidaya porang bukan hanya melihat potensi yang ada, tetapi sekaligus untuk memanfaatkan lahan yang dimiliki warga untuk lebih produktif. Penanaman perdana yang dilakukan Mamat berlokasi di Kampung Jepih Tengah, Desa Mekarjaya.

“Tanaman porang tumbuh dengan mudah dan tidak mudah  dirusak oleh binatang ternak maupun liar karena rasa daun dan batangnya pahit. Kini porang sangat bernilai dan mulai dibudidayakan petani, banyak manfaat yang bisa didapatkan dari tanaman ini. Saya berharap masyarakat bisa memanfaatkan kekayaan alam yang dimiliki daerah kita,” jelas Mamat kepada LocalNews, Rabu (24/2/2021). Untuk membudidayakan porang Mamat bekerjasama dengan petani porang dari Kota Cilegon, Sudarmana, yang terlebih dahulu memulai usaha ini.  “Alhamdulillah beliau memfasilitasi bibit dan memberikan pembinaan kepada para petani untuk mengembangkan porang di sini, dengan luas lahan satu hektar kini sudah ditanami 50 ribu batang tanaman porang,” sambungnya.

Di tempat yang sama, Sudarmana selaku pembina petani porang mengatakan, bahwa di masa seperti ini, masyarakat harus sadar untuk menjadi petani mandiri yang tidak bergantung kepada siapa pun. “Masyarakat di sini notabene petani dengan kekayaan alam sangat melimpah, perlu ada pembinaan dan pendampingan dalam mengelolanya. Semoga porang ini menjadi jawaban untuk kondisi ekonomi masyarakat disini,” papar Sudarmana yang pensiunan TNI ini.

Sementara, Kepala Desa Pakuncen Saefulloh menegaskan, penanaman perdana di lahan perkebunan ini menjadi pertanda mulainya budidaya porang di wilayahnya. “Sebenarnya tanaman porang ini sudah lama kita jumpai, namun beberapa tahun terakhir tanaman ini meningkat produksinya karena pangsa pasarnya jelas, bahkan permintaannya tinggi. Kami sebagai inisiator ingin menumbuhkan jiwa petani bagi masyarakat umum, harapannya mereka bisa memberdayakan lahan kosong seperti di depan rumah mereka,” beber Saefullah. (ihsan-LN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *