PP: Posko Pengaduan KCS Terlalu Dibuat-buat, Tenaga Ahli Diminta Turun Sosialisasi

CILEGON,LOCALNEWS.CO.ID- Ketua Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH) Pemuda Pancasila (PP) Provinsi Banten Eka W Dahlan menyoroti adanya pihak yang mendirikan posko pengaduan Kartu Cilegon Sejahtera (KCS). Diketahui KCS merupakan salah satu Janji Walikota dan Wakil Walikota Cilegon Helldy – Sanuji saat Pilkada lalu. “Posko pengaduan KCS itu terlalu dibuat – buat, kelihatan banget penggiringan opininya. Program ini jelas untuk masyarakat, semua itu akan terealisasi. Jadi bukan pembohongan publik lah, segala macem lah, agak aneh saja pembohongan publiknya di mana? Masa kerja Helldy -Sanuji saja masih baru,” jelas Eka kepada LocalNews.co.id, Rabu (16/06/2021)

Kata dia, semua janji politik pasangan Helldy – Sanuji harus melalui proses terlebih dahulu untuk merealisasikannya. Untuk itu ia berharap masyarakat bisa bersabar dan tidak terpengaruh dengan pihak – pihak yang berusaha menggiring opini. “KCS itu untuk masyarakat, bukan untuk Pak Helldy, jangan sengaja digiring – giring gitu, seolah – olah Pak Helldy ini udah lama bekerja terus sudah harus terealisasi. Kan enggak begitu juga, sabar dulu. Kami balik tanya, penggiringan ini untuk kepentingan masyarakat atau kepentingan politik?” tanya Eka.

Lanjutnya, terkait adanya masyarakat yang telah meminta bantuan hukum perihal KCS pada salah seorang advokasi hukum, Eka menyampaikan akan segera mengkaji dan akan balik melaporkan jika memenuhi unsur pidana.

Eka pun merasa heran dengan sejumlah pihak yang terus menerus mengkritik pemerintahan Helldy – Sanuji. “Saya sih memantau saja, kok orang itu – itu saja yang berkoar – koar, yang ribut-ribut. Setiap langkah yang dilakukan Helldy – Sanuji seolah – olah salah semua. Beri kesempatan Helldy – Sanuji untuk bisa bekerja dengan baik, ini kan menggangu konsentrasi juga,”jelasnya.

Sambung Eka, terkait empat program yang terdapat di KCS, salah satunya bantuan modal UMKM hingga Rp 25 juta berbentuk pinjaman dengan bunga nol persen, bahwa saat itu Helldy bukan menjanjikan uang tunai, melainkan bantuan dana bergulir. “Pada saat itu disampaikan programnya bantuan, bantuan itu kan bermacam – macam, bisa pinjaman, bisa hibah, salahnya di mana?” beber Eka.

Di lain sisi, Eka pun berharap dengan adanya 13 tenaga ahli yang telah direkrut Pemkot Cilegon, bisa ikut menyampaikan dan menyosialisasikan segala program yang sedang dikerjakan pemerintah, sehingga masyarakat bisa mengetahui kepastian dari program – program janji politik Helldy – Sanuji. “Saya juga berharap 13 tenaga ahli yang telah direkrut ikut menyampaikan dan menyosialisasikan program Pemkot Cilegon, memberikan kepastian pada masyarakat bahwa program Helldy – Sanuji adalah program yang pasti, bukan abal – abal,” tegas Eka. (hasidi-LN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *