Suasana Kota Dianggap Semrawut, PHRI Cilegon Minta Helldy-Sanuji Beresi

CILEGON,LOCALNEWS.CO.ID- Ketua Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Kota Cilegon Joni, berharap besar kepada pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih  Helldy-Sanuji untuk memberikan perhatian lebih kepada penataan dalam kota, sehingga tidak terkesan semrawut dan kumuh, terutama suasana dalam kota dan jalur protokol. Sehingga kata Joni, memberikan kesan positif dan susana nyaman bagi pengunjung atau wisatawan yang berkunjung atau melintas di kota baja ini. Hal tersebut disampaikan Joni kepada LocalNews, di kantornya, Hotel Gondang Cilegon, Selasa (23/2/2021).

Joni mencontohkan jalan protokol mulai Pondok Cilegon Indah (PCI) hingga Simpang Tiga yang hanya satu jalur, terkesan semrawut misalkan dalam pemasangan papan nama atau plang nama toko yang idealnya bisa diseragamkan atau diatur ketentuannya. “Sehingga begitu tamu keluar tol Cilegon timur bisa melihat pemandangan yang indah, apalagi Kota Cilegon ini gerbangnya Pulau Jawa dan Sumatera,” terangnya.

Joni membandingkan kondisi serupa dengan Purwakarta, Jawa Barat, kalau malam suasananya yang indah dihiasi lampu-lampu yang indah.

Kendati demikian lanjut Joni, penataan kota juga membutuhkan dukungan masyarakat. “Apalah artinya wali kota kalau tanpa dukungan masyarakat, sehingga program atau janji kampanyenya bisa  terwujud,” paparnya.

Lanjutnya, beberapa bulan lalu Helldy pernah berkunjung ke Banyuwangi untuk belajar pada sektor pariwisata tentunya banyak pengalaman yang didapat. “Semoga ke depan Cilegon lebih baik, bukan berarti sebelumnya tidak baik, ya harus dilanjutkan supaya kota ini menjadi primadona wisatawan. Sehingga hotel, restoran dan perekonomian lainnya tumbuh berkembang. Selain itu, potensi rumah dinas wali kota juga bagus jika dirawat dan dikembangkan. Sebagai bangunan bersejarah bisa ditempati sebagai museum juga,” beber pemilik Hotel Gondang Cilegon ini.

Kata dia, rumah dinas bisa dimanfaatkan sebagai sarana silaturahmi tanpa sekat antara pemimpin dan warganya. “Kalau ini terjadi akan menjadi suasana yang langka di daerah mana pun, misalkan usai Sholat Jumat berjamaah di Masjid Agung Nurul Ikhlas, dilanjutkan dengan ngopi bareng masyarakat di rumah dinas, kan asyik,” Joni berharap. (hasidi-LN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *