Tak Dapat Bantuan Covid-19, Kakek Asal Bojonegara Kondisinya Memprihatinkan

BOJONEGARA,LOCALNEWS.CO.ID-  Sungguh kasihan nasib kakek Abdur Rohman (72), warga Kampung Pangrango, Desa Lambangsari, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang ini. Di usia senja tidak kuat lagi bekerja dan mulai sakit-sakitan, sang kakek sama sekali tidak mendapat bantuan dari pihak pemerintah desa setempat.

Bahkan banyaknya bantuan yang bergulir di masa Covid-19 pun si kakek lagi-lagi tidak mendapatkan bantuan, baik dalam bentuk uang maupun sembako dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Banten, maupun Pemerintah Kabupaten Serang.

Menurut keterangan dari anak si kakek, Yudi, dari sekian banyak bantuan Covid-19 seperti Bantuan Non Tunai (BN), Bantuan Sosial Tunai (BST) sembako dan ragam bantuan lainnya, bapaknya tidak pernah mendapatkan bantuan tersebut. “Sama sekali bantuan Covid-19 mah enggak dapat kang. PKH yang dibagi triwulan itu juga gak dapat. Padahal bapak udah gak bisa kerja dan sering berobat jalan, Ibu juga kerja pas diminta tandur (padi-red). Bantuan sembako dapat baru kemarin dari Pak Dewan dan Polisi lagi HUT Bhayangkara,” katanya, kepada localnews.co.id, Selasa (23/6/2020) malam.

Meski Yudi sudah berupaya menyampaikan kepada pihak ketua RT dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Lambangsari, namun belum juga kunjung ada respon dan kabar akan adanya pendataan soal akan diberikannya bantuan. “Sudah saya upayakan ke RT dan pihak BPD tapi jawabnya diusahakan saja, katanya nunggu dari atas. Tapi herannya meski melalui kader desa kita berikan data KTP dan KK tapi enggak dapat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua RT Kampung Pangrango RT 02/01, Syamsuri saat dikonfirmasi, mengaku sudah mengajukan bantuan untuk Abdur Rohman ke pihak desa. “Sejak awal ada bantuan corona desa tidak memerintahkan RT meminta data baru warga KTP dan KK. Itu melalui kader yang jalan. Kita tahunya dari desa sudah ada data yang untuk penerima dan kita diminta bagikan data dari desa itu,” ujarnya. “Sudah tanya ke desa, kenapa Pak Rohman gak dapat bantuan. Jawabnya data lama, dan menunggu dari pusat,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Lambangsari belum bisa dikonfirmasi. (hasidi-LN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *