Warga Kebon Dalem Tolak SMPN 12 Cilegon Ambil Alih SDN Kubang Kutu II

CILEGON, LOCALNEWS.CO.ID- Penolakan berdirinya SMPN 12 di wilayah Kecamatan Purwakarta terus berlanjut. Setelah sebelumnya warga Kelurahan Pabean, penolakan serupa juga dilakukan warga Kelurahan Kebon Dalem terkait alih fungsi SDN Kubang Kutu II menjadi SMPN 12 Kota Cilegon.  Sejumlah Wali murid, alumni dan masyarakat Lingkungan Kubang Kutu, menggelar aksi unjuk rasa di depan SDN Kubang Kutu II, Senin (24/5/2021). Dalam aksinya, warga membentangkan spanduk dan membubuhkan tanda tangan penolakan. “Kami selaku wali murid menolak keras merger SMPN 12 di SDN Kubang Kutu II. Jelas kami khawatir mengganggu aktivitas belajar anak kami nanti. Sebaiknya Pemkot Cilegon bangun gedung baru saja masih banyak tanah kosong,” kata Halimah, salah satu wali murid.

Kata Halimah, pihaknya mendukung keberadaan SMPN 12 di Kecamatan Purwakarta tetapi tidak dengan menempati SDN Kubang Kutu II. “Di Pabean sudah ditolak, kenapa SDN Kubang Kutu II yang sudah ada sejak 37 tahun lalu yang dikorbankan. Bukan kami menolak pembangunan, kami sangat setuju dengan adanya SMPN 12 tetapi harus bikin gedung baru. Tidak seenaknya saja main nempatin,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan wali murid lainnya, Ulfa, yang khawatir apabila SMPN 12 ditempatkan di SDN Kubang Kutu II dapat mengganggu aktivitas belajar ketiga anaknya yang sekolah di SDN tersebut. “Sudah setahun lebih tidak belajar tatap muka ini malah mau ditempatkan SMP lagi, jelas menolak lah. Bagaimana dengan tiga anak saya yang sekolah di sini, nanti bisa dipindah jauh, tambah repot saya. Kalau di sini kan dekat,” jelas Ulfa yang juga alumni SDN Kubang Kutu II. Dalam aksinya, warga membentangkan spanduk penolakan dan membubuhkan tanda tangan penolakan.

Sementara itu, Kepala SDN Kubang Kutu II sekaligus Ketua PGRI Kecamatan Purwakarta, Hawasi, saat dikonfirmasi, pihaknya ingin ada kebijakan lain dari Dindik Cilegon yang diterima oleh para wali murid, alumni, dan masyarakat. “Bagaimana juga aspirasi masyarakat wali murid dan alumni kita terima untuk disampaikan ke pimpinan kami di Dindik. Kami harap ada kebijakan terbaik yang bisa diterima oleh semua pihak,” tandasnya. (hasidi-LN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *