Waspada! Uang Palsu Marak Beredar di Pasar Kranggot Cilegon

CILEGON,LOCALNEWS.CO.ID- Beberapa pekan sebelum Ramadhan tahun ini, sejumlah pedagang di Pasar Baru Cilegon, Kranggot, Jombang, Kota Cilegon, mengaku telah menerima uang transaksi yang ditengarai palsu. Para pedagang menyadari uang yang mereka terima palsu, sesaat setelah oknum pembeli tersebut berlalu.  Modus yang dilakukan, biasanya si pelaku memanfaatkan suasana keramaian pasar atau ketika pedagang sibuk melayani pembeli lain, sehingga fokusnya terbagi.

Seperti diakui, seorang pedagang gula aren, Asmaria, dirinya menerima uang palsu pecahan Rp 50 ribu, setelah bertransaksi pembelian 1 kg gula aren seharga Rp 23 ribu dengan oknum pelaku pemakai uang palsu tersebut. “Setelah  saya teliti ternyata uang pecahan Rp 50 ribu yang saya terima adalah palsu.  Saya kaget, setelah diraba kok rasanya beda dengan uang lain yang asli. Saya sih baru sekali mengalami tetapi mungkin pedagang lain pernah merasakan nasib yang sama,” aku pedagang asal Mancak ini, ketika ditemui localnews di Pasar Kranggot, Minggu (4/4/2021).

Nasib serupa dialami Mastuha, seorang pedagang ikan asin. Mastuha mengaku sedikitnya sudah lima kali mengalami kejadian yang merugikan usahanya tersebut. “Saya lebih dari lima kali mengalami musibah ini, tapi ya ikhlas saja. Namanya pedagang mungkin karena aktivitas terlalu ramai sehingga tidak fokus dengan uang yang diberikan pembeli. Ketika saya serahkan uang itu ke bos, pernah beberapa kali uang itu palsu dan diserahkan lagi ke saya, saya langsung sobek saja, mungkin belum rizki,” terangnya.

Terpisah, menanggapinya Kepala UPTD Pasar Baru Cilegon Aceng Syarifudin mengatakan, pihaknya akan mengadukan dan bekerja sama dengan pihak Bank Indonesia (BI) agar uang palsu tidak beredar. “Saya mengimbau pedagang agar berhati -hati dalam bertransaksi, lebih teliti dan sedikitnya mengetahui perbedaan uang palsu dan asli,” katanya.

Pihaknya mengaku terbuka untuk menerima pengaduan pedagang terkait beredarnya uang palsu. “Kami selalu terbuka jika ada pedagang yang ingin mengadukan keluhan. Kami akan adukan ke Disperindag agar bekerjasama dengan BI terjun langsung untuk menangani kasus ini, menemukan langkah -langkah apa saja yang harus dilakukan,” tandasnya. (ihsan-LN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *